Keresahan Petani

Keresahan yang mendalam.. Ku pikir wadah ini layak.. Layak untuk diajak berkembang.. Tetapi.. entah aku? Atau kau? Hanya tunduk pada perintah! Hanya merasakan lelah semata! Mungkin ini artinya aku atau kau disini.. Mencoba untuk merubah yang ada.. Merubah? Tak semudah merubah gandum menjadi roti.. Hanya dalam beberapa jam saja! Tetapi… Tetapi ini merubah kultur.. butuh

Sekantung Harap

Bilamana gelap tlah menjadi gulita Dan sepi kemudian merenggut pelita Tiada gaduh yang lagi dipinta Hanya berteman malam yang tersisa kata   Ayah, anak kecil ini ingin bercerita Tentang bagaimana indah suramnya jatuh cinta Mungkin bagimu ini derita Demi membesarkanku, kau telah korbankan harta   Ibu, rindu kuingat masa kecilku Lembut jemarimu kala menyisir surai

Kegelisahan Petani, Kegelisahan Kita Bersama

Pagi itu saat fajar mulai menyingsing terlihat 2 orang petani, sebut saja pak darmini dan pak darminto. Duduk santai dibawah gubuk reyot sambil menikmati syahdunya suasana sawah. Diiringi suara gemericik aliran air sungai dan cuitan burung bersahutan, terasa melegakan mereka dengan segala beban hidup yang mereka hadapi. Bermodalkan lintingan rokok dan kopi mereka ngobroll ngalor

KENAPA LGBT??

LGBT adalah singkatan dari lesbian, gay, biseksual, dan transgender. Istilah tersebut digunakan pada tahun 1990 untuk menggantikan frasa komunitas gay atau komunitas yang memiliki orientasi seks terhadap sesama jenis khususnya laki-laki. Istilah LGBT sudah mewakili kelompok-kelompok yang telah disebutkan seperti di atas. LGBT memiliki lambang berupa bendera berwarna pelangi. Beberapa negara, bahkan memiliki  istilah tambahan seperti LGBTQ ( Q

2018 dan Harapan Semu?

Mentari mulai terbit, Pelita datang menerangi ke segala sudut arah, Semesta sedang bekerja, Bergerak bersahutan, Pun Juga raga ini, Bergerak bersahutan, Mata ini melihat, Betapa menajubkannya, Kaki ini melangkah perlahan, Berjalan menapaki kebun asri nan hijau, Telinga ini mendengar cuitan burung bersahutan, Hidung ini menghirup butiran udara maya tak terlihat, Ku serap dalam dalam, Ku

2018 dan Mimpi Sebuah Bangsa

Berabad sudah negeri ini berdiri, Harap pun terikrar terukir, Melewati ruang dan waktu, Berjalan perlahan terjang rintangan, Naiki kapal Nusantara yang indah nan gagah, Nahkoda silih berganti memimpin, Rakyat pun hanya mengekor, Mengikuti kemana kapal ini berlayar, Terjang besarnya ombak samudera, Atau ikuti arus saja? Dan lagi rakyat pun hanya mengekor, Kapal ini adalah kapal

PAHLAWAN JAMAN NOW

-PAHLAWAN JAMAN NOW- Indonesia rindu pahlawan, Indonesia rindu pemimpin yang benar-benar pembela bangsa tanpa mementingkan unsur politik di dalamnya, darah di korbankan, nanah di baktikan, jiwa di relakan demi nusa bangsa, pahlawan yang mempunyai tujuan, yang mempunyai kemauan untuk melangkahkan kaki sampai akhir perjalanan, bukannya Bung Karno telah berucap dalam pidatonya “Bangsa yang besar adalah

Diperingati Setiap Tahun, Masih Adakah Sosok Pahlawan di Masa Kini?

-Diperingati Setiap Tahun, Masih Adakah Sosok Pahlawan di Masa Kini?- Dimulai dari pendidikan Sekolah Dasar, pelajar di Indonesia telah dididik dengan nasionalisme tinggi seperti halnya tertera pada buku pintar RPUL. Siswa Sekolah Dasar di akhir tahun 2010-an acapkali lancar menghafal halaman-halaman terakhir di buku pintar tersebut, dimana isinya adalah sejumlah hari besar dan nama-nama pahlawan

Tanah Tumpah Darah Ku (Sebuah Puisi)

-Tanah Tumpah Darah Ku- Tanah air ku indah permai Air mengalir disela sela bebatuan Siulan burung menyambut mentari bersinar Senyum mengukir di setiap wajah Menyambut datangnya sang surya   Jangan pernah merusak alam ciptaan Sang Khalik Biarkan kupu kupu berterbangan riang diantara bunga bunga Biarkan nyiur melambai di sepanjang pantai Biarkan bukit bukit menghijau di

We all are small (Sebuah Puisi)

-We all are small- When you hate someone, do not let your hate go extreme Maybe later, this hate shall turn hopefully to be True love or at least make it normal Remember that nobody is perfect Take it easy and make it simple It does not worth it to keep a fire inside you