Life-Hacks Dunia Kampus (Sanggar Langit Bumi #1)

Senin malam, 10 September 2018. Saung Green House FP UMY di malam syahdu itu yang luasnya tak lebih dari kamar kos-kosan sudah dipenuhi mahasiswa yang mayoritas angkatan tahun pertama. Undangan diskusi tentang tips dan trik untuk mengakali kehidupan anak rantau di semester pertama kuliah nampaknya jadi magnet kuat mengumpulkan sebanyak total 34 maba dan 33

Kopi Hitam Netizen di Malam 1 Suro: Islam dan Budaya Lokal

Karya: Rizki Ramadhani, Agroteknologi 2016 Cangkir porselen itu disajikan pada masing-masing satu tamu, jumlahnya seingat saya ada 6 dalam satu baki. Untuk saya, kedua teman saya, pak kepala Dusun dan tetangganya. Sementara satu cangkir dibiarkan menjadi refill, wong sepanjang obrolan bu kepala Dusun namung mesem lan ngguyu. Hawa dingin menemani obrolan kami yang berlarut hingga

Lembaran Baru 1440H

Satu tahun yang sudah berlalu kini betapa besar penyesalanku impianku sirna ditelan waktu bagaikan hidup ini hanya semu kala itu aku menghampirimu pikirku kau harapanku pikirku kau penolongku ternyata salah penilaianku kini ku ikhtiarkan takdirku dan menatap lembaranmu lembaran baru yang menantiku untuk kugoreskan tinta hidupku tetapi Tuhan Maha Tahu tahu garis garis tintaku maka

International Hijab Solidarity Day, Saatnya Immawati Sadar Akan Solidaritas

Karya: Immawati Try Puji Utami dan Immawati Laili Maulidiyah International Hijab Solidarity Day (Hari Solidaritas Hijab Sedunia) atau IHSD merupakan salah satu peringatan tingkat dunia yang jatuh pada tanggal 4 September kemarin. Sejarahnya IHSD ini terbentuk ketika adanya sebuah konferensi di kota London, Inggris pada tanggal 4 September 2004 dalam rangka meningkatkan integritas wanita dan

Keresahan Petani

Keresahan yang mendalam.. Ku pikir wadah ini layak.. Layak untuk diajak berkembang.. Tetapi.. entah aku? Atau kau? Hanya tunduk pada perintah! Hanya merasakan lelah semata! Mungkin ini artinya aku atau kau disini.. Mencoba untuk merubah yang ada.. Merubah? Tak semudah merubah gandum menjadi roti.. Hanya dalam beberapa jam saja! Tetapi… Tetapi ini merubah kultur.. butuh

Sekantung Harap

Bilamana gelap tlah menjadi gulita Dan sepi kemudian merenggut pelita Tiada gaduh yang lagi dipinta Hanya berteman malam yang tersisa kata   Ayah, anak kecil ini ingin bercerita Tentang bagaimana indah suramnya jatuh cinta Mungkin bagimu ini derita Demi membesarkanku, kau telah korbankan harta   Ibu, rindu kuingat masa kecilku Lembut jemarimu kala menyisir surai

Kegelisahan Petani, Kegelisahan Kita Bersama

Pagi itu saat fajar mulai menyingsing terlihat 2 orang petani, sebut saja pak darmini dan pak darminto. Duduk santai dibawah gubuk reyot sambil menikmati syahdunya suasana sawah. Diiringi suara gemericik aliran air sungai dan cuitan burung bersahutan, terasa melegakan mereka dengan segala beban hidup yang mereka hadapi. Bermodalkan lintingan rokok dan kopi mereka ngobroll ngalor

KENAPA LGBT??

LGBT adalah singkatan dari lesbian, gay, biseksual, dan transgender. Istilah tersebut digunakan pada tahun 1990 untuk menggantikan frasa komunitas gay atau komunitas yang memiliki orientasi seks terhadap sesama jenis khususnya laki-laki. Istilah LGBT sudah mewakili kelompok-kelompok yang telah disebutkan seperti di atas. LGBT memiliki lambang berupa bendera berwarna pelangi. Beberapa negara, bahkan memiliki  istilah tambahan seperti LGBTQ ( Q

2018 dan Harapan Semu?

Mentari mulai terbit, Pelita datang menerangi ke segala sudut arah, Semesta sedang bekerja, Bergerak bersahutan, Pun Juga raga ini, Bergerak bersahutan, Mata ini melihat, Betapa menajubkannya, Kaki ini melangkah perlahan, Berjalan menapaki kebun asri nan hijau, Telinga ini mendengar cuitan burung bersahutan, Hidung ini menghirup butiran udara maya tak terlihat, Ku serap dalam dalam, Ku

2018 dan Mimpi Sebuah Bangsa

Berabad sudah negeri ini berdiri, Harap pun terikrar terukir, Melewati ruang dan waktu, Berjalan perlahan terjang rintangan, Naiki kapal Nusantara yang indah nan gagah, Nahkoda silih berganti memimpin, Rakyat pun hanya mengekor, Mengikuti kemana kapal ini berlayar, Terjang besarnya ombak samudera, Atau ikuti arus saja? Dan lagi rakyat pun hanya mengekor, Kapal ini adalah kapal